Novel Garis Waktu Karya Fiersa Besari

0
118

GARIS WAKTU

Judul:Garis Waktu
Penulis:Fiersa Besari
Penerbit:Media Kita, 2016
Cetakan:Cetakan Pertama
Tebal:iv + 212 hlm.; 13 x 19 cm

Biografi Penulis

Ulasankita.com – Siapa yang tidak kenal dengan penulis yang sedang naik daun ini? Dia adalah lelaki beruntung kelahiran Bandung pada tanggal 3 Maret 1984. Ia mengawali karirnya sebagai musisi vokalis grup indie Climacteric dari Bandung. Lulusan Sastra Inggris ini melahirkan sebuah album indie berjudul “11:11” pada tahun 2012, disusul dengan album music “Tempat aku pulang” pada tahun 2013, sebelum akhirnya berkelana keliling Indonesia selama tujuh bulan untuk mencari jati diri.

Dalam kembali dirinya yang kerap dipanggil Bung! (panggilan akrab Fiersa Besari). Di akhir tahun 2013, bung membuat karya tulis yang dia alami dari disiplin ilmu yang pernah ia gelutinya. Berikut adalah karya tulis-menulis dari Bung Fiersa Besari yang terkenal: Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Juang (2018).

Meskipun tulisan dari bung ini terlihat sangat menyentuh hati dan sesekali tercium aroma dari bumbu-bumbu cinta, namun tak dapat disangkal Bung Fiersa selalu menyisihkan pesan-pesan humanism dan sosial.

Sekilas Tentang Garis Waktu

Novel ini berkisah tentang sebuah rangkaian waktu perjalanan dari seorang tokoh utama yang tidak disebutkan namanya dalam sudut pandang orang pertama yang disebut ‘aku’. Pada bagian pertama berisikan tentang seseorag yang pernah hadir dalam kehidupannya dan dilanjutkan di bulan April tahun pertama, ia berjumpa secara sederhana dengan seorang wanita yang identitasnya tidak diketahui tersebut.

Novel garis waktu ini dipilih oleh penulis sebab mampu merepresentasikan titik-titik kejadian-kejadian penting dari tokoh ‘aku’ dengan ‘kamu’, yang dimulai dari masa taaruf (perkenalan), kasmaran, pedekate, jadian, putus, patah hati, hingga konflik antara diri sendiri dengan kisah masa lalu nya yang menyisakan rasa keikhlasan, ketulusan dari sebuah perkenalan singkat sampai menjadi sebuah usaha menghapus luka dari sang ‘aku’. Novel ini disusun secara sistematis, runtut, dan kronologis berdasarkan awal bulan dan awal tahun.

Hingga di penghujung kisah dalam Novel ini, si penulis menceritakan kisahnya tentang sebuah makna dari keikhlasan. Bahwa dari seseorang yang pernah singgah dihati kita namun tidak menetap selama-lamanya bisa mengajarkan kita tentang arti bahwa berharap kepada seseorang itu menyakitkan, dibandingkan berharap kepada-Nya. Namun si penulis kemudian bangkit dan sembuh dari patah hatinya hingga mampu melangkah lagi mengejar cita-citanya sampai membuat karya tulisan yang begitu sarat akan makna kehidupan dan arti keikhlasan.

Buat kalian yang suka dengan novel berbau romance-mellow ini, atau kalian yang sedang dalam masa melupakan seseorang (move on) mungkin ini rekomendasi buku novel yang tepat untuk penikmat melo-drama.

Last but not least, ada penggalan kalimat dari Novel Garis Waktu. Silahkan menikmati alur dari buku ini. 😊

“Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju. Akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju. Akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik kenangan tertentu.

Maka, Ikhlaskan saja kalau begitu.

Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.”

— AOV—

Bagaimana penikmat novel? Apakah anda tertarik dengan novel yang saya ulas ini? Ataukah Anda ingin sekali untuk membaca novel ini selangkah demi selangkah layaknya novel yang berjudul Garis Waktu karangan Fiersa Besari? Atau mungkin Anda sudah membaca novel ini lebih dahulu?

Berikan komentarnya dibawah yaa .. 😊

Source:

Besari, Fiersa. 2016. Garis Waktu (Sebuah Perjalanan Menghapus Luka). Jakarta: Media Kita.

Nilai Ulasan8.9
8.9
Novel Garis Waktu Karya Fiersa Besari
Reader Rating: (3 Rates)9
mm